Tampilkan postingan dengan label Manajemen Sumber Daya Manusia. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Manajemen Sumber Daya Manusia. Tampilkan semua postingan

Minggu, 15 April 2012

Kepemimpinan Transformasional Kepala Sekolah

Kepemimpinan Transformasional Kepala Sekolah


Kepemiminan merupakan proses dimana seorang individu mempengaruhi sekelompok individu untuk mencapai suatu tujuan. Untuk menjadi seorang pemimpin yang efektif, seorang kepala sekolah harus dapat mempengaruhi seluruh warga sekolah yang dipimpinnya melalui cara-cara yang positif untuk mencapai tujuan pendidikan di sekolah. Secara sederhana kepemimpinan transformasional dapat diartikan sebagai proses untuk merubah dan mentransformasikan individu agar mau berubah dan meningkatkan dirinya, yang didalamnya melibatkan motif dan pemenuhan kebutuhan serta penghargaan terhadap para bawahan.

Terdapat empat faktor untuk menuju kepemimpinan tranformasional, yang dikenal sebutan 4 I, yaitu : idealized influence, inspirational motivation, intellectual stimulation, dan individual consideration.

  1. Idealized influence: kepala sekolah merupakan sosok ideal yang dapat dijadikan sebagai panutan bagi guru dan karyawannya, dipercaya, dihormati dan mampu mengambil keputusan yang terbaik untuk kepentingan sekolah.
  2. Inspirational motivation: kepala sekolah dapat memotivasi seluruh guru dan karyawannnya untuk memiliki komitmen terhadap visi organisasi dan mendukung semangat team dalam mencapai tujuan-tujuan pendidikan di sekolah.
  3. Intellectual Stimulation: kepala sekolah dapat menumbuhkan kreativitas dan inovasi di kalangan guru dan stafnya dengan mengembangkan pemikiran kritis dan pemecahan masalah untuk menjadikan sekolah ke arah yang lebih baik.
  4. Individual consideration: kepala sekolah dapat bertindak sebagai pelatih dan penasihat bagi guru dan stafnya.

Berdasarkan hasil kajian literatur yang dilakukan, Northouse (2001) menyimpulkan bahwa seseorang yang dapat menampilkan kepemimpinan transformasional ternyata dapat lebih menunjukkan sebagai seorang pemimpin yang efektif dengan hasil kerja yang lebih baik. Oleh karena itu, merupakan hal yang amat menguntungkan jika para kepala sekolah dapat menerapkan kepemimpinan transformasional di sekolahnya.

Karena kepemimpinan transformasional merupakan sebuah rentang yang luas tentang aspek-aspek kepemimpinan, maka untuk bisa menjadi seorang pemimpin transformasional yang efektif membutuhkan suatu proses dan memerlukan usaha sadar dan sunggug-sungguh dari yang bersangkutan. Northouse (2001) memberikan beberapa tips untuk menerapkan kepemimpinan transformasional, yakni sebagai berikut:

  1. Berdayakan seluruh bawahan untuk melakukan hal yang terbaik untuk organisasi
  2. Berusaha menjadi pemimpin yang bisa diteladani yang didasari nilai yang tinggi
  3. Dengarkan semua pemikiran bawahan untuk mengembangkan semangat kerja sama
  4. Ciptakan visi yang dapat diyakini oleh semua orang dalam organisasi
  5. Bertindak sebagai agen perubahan dalam organisasi dengan memberikan contoh bagaimana menggagas dan melaksanakan suatu perubahan
  6. Menolong organisasi dengan cara menolong orang lain untuk berkontribusi terhadap organisasi

Sumber:

Adaptasi dari :

John Hall, et.al. 2002. Transformational Leadership: The Transformation of Managers and Associates. on line : www.edis.ifas.ufl.edu

posted on 15 April 2008 by AKHMAD SUDRAJAT

Selasa, 22 November 2011

Gaya Kepemimpinan

Gaya kepemimpinan merupakan suatu pola perilaku seseorang yang khas pada saat mempengaruhi anak buahnya. Gaya kepemimpinan adalah cara yang digunakan seorang pemimpin dalam mempengaruhi para pengikutnya. Gaya kepemimpinan merupakan norma perilaku yang digunakan seseorang pada saat orang tersebut mencoba mempengaruhi perilaku orang lain seperti yang ia lihat. Untuk memahami gaya kepemimpinan dapat dilakukan tiga pendekatan utama (1) Pendekatan Sifat. Dengan ini mencoba menerangkan sifat-sifat yang membuat seseorang berhasil dalam memimpin. Bertolak dari asumsi bahwa individu merupakan pusat kepemimpinan pendekatan ini memandang kepemimpinan sebagai sesuatu yang mengandung lebih banyak unsure individu terutama pada sifat-sifat individu tersebut.Pendekatan sifat berusaha mengidentifikasikan sifat-sifat kepribadian yang dimiliki oleh pemimpin yang berhasil dan yang tidak berhasil.Akan tetapi pendekatan sifat tampaknya tidak mampu menjawab berbagai pertanyaan disekiter kepemimpinan. (2) Pendekatan Perilaku. Pendekatan ini memfokuskan dan mengidentifikasikan perilaku yang khas dari pemimpin dalam kegiatannya mempengaruhi orang lain. Pandekatan perilaku ini banyak membahas keefektifan gaya kepemimpinan yang dijalankan oleh pemimpin. (3) Pendakan Situasional. Pendakatan ini menyoroti perilaku kepemimpinan dalam situasi tertentu. Kepemimpinan lebih merupakan fungsi situasi dari pada sebagai kualitas pribadi dan merupakan suatu kualitas yang timbul karena interaksi orang-orang.
<!--[if gte mso 9]> Normal 0 false false false EN-US X-NONE AR-SA
kepemimpinan mempunyai tujuan untuk menyelanggarakan, mempengaruhi, memotivasi, mengajak, mengarahkan, memberi, membimbing, menyuruh, memerintah, melarang, dan bahkan menghukum serta membina dengan maksud agar manusia sebagai media menejemen yang bekerja dalam rangka mencapai tujuan administrasi secara efektif dan efisien. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia arti kata pemimpin adalah orang yang memimpin, orang yang memegang tangan sambil berjalan untuk menuntun, menunjukan jalan orang yang dibimbing, orang yang menunjukan jalan dalam arti kiasan, orang yang melatih, mendidik, mengajari, supaya akhirnya dapat mengerjakan sendiri. Pamimpin juga mempunyai arti orang yang memimpin dalam arti kiasan seperti penuntun, pemuka. Pemimpin mempunyai beberapa tugas (1) membangkitkan kepercayaan dan loyalitas bawahan (2) mengkoordinasikan sejumlah kegiatan (3) mempengaruhi orang lain (4) mengkomunikasikan gagasan kepada orang lain. Seorang pemimpin mempunyai beberapa fungsi menggerakkan orang lain sehingga secara sadar orang lain tersebut melakukan apa yang dikehendaki oleh pemimpin dan seorang pemimpin dapat menciptakan perubahan secara efektif di dalam penampilan kelompok.